Blog

Tutorial Memindah File Web Dari Satu Komputer Ke Komputer Lain

Kali ini saya akan membuat sebuah tutorial untuk memindahkan web yang sudah kita buat di komputer kita untuk dipindahkan ke komputer lain menggunakan flashdisk supaya bisa dibuat di komputer lain. Berikut ini langkah-langkah untuk memindahkan file web ke komputer lain:

  1. Masuk ke direktori /var/www/html/ untuk melihat folder web anda.
  2. Jadikan folder tempat web itu menjadi .tar dengan perintah tar -cf *nama.tar *nama_folder
  3. File .tar dari folder web  tersebut dipindahkan flashdisk
  4. Export file database kita untuk dipindahkan melalui flashdisk dengan perintah mysqldump -u root -p *database >  *database.sql
  5. Salin file database.sql ke flashdisk
  6. Taruh dua file tersebut ke komputer lain
  7. Salin dua file tersebut kembali ke folder html di komputer lain
  8. Extract file tar yang tadi dengan cara tar -xf *nama.tar
  9. Buat database kosong dengan terlebih dulu masuk ke database shell dengan cara mysql -u root -p
  10. Setelah masuk ke mysql shell, buat database menggunakan perintah create database *nama_database;
  11. Keluar dari mysql shell
  12. Lakukan import database dari database.sql menggunakan perintah mysql -u root -p *nama_database < database.sql
  13. Setelah semua OK, buka website seperti biasanya.
Iklan
PANDUAN INSTALASI CMS FORMULASI DI SISTEM OPERASI LINUX
oleh :
I. Pendahuluan

Panduan disusun sebagai suplemen (pelengkap) dari perangkat lunak open source CMS Formulasi, salah satu CMS sistem informasi sekolah karya anak bangsa. Panduan ini khususnya dibuat untuk para pengguna sistem operasi Linux, distro (distribusi) apapun bisa menggunakannya. Diharapkan tutorial ini dapat serta membantu mempermudah penyebaran dan sosialisasi pemanfaatan Linux dan Open Source di masyarakat dalam semua kegiatan komputerisasi, baik server maupun desktop, menuju Indonesia Go Open Source.image


II. Mengenai CMS Formulasi
CMS Formulasi atau FormulasiCMS (http://cms.formulasi.or.id) adalah sebuah sistem informasi open source untuk sekolah karya anak bangsa, yang dibangun dengan menggunakan bahasa pemrograman PHP dan MySQL. Karena berbasis web, maka perangkat lunak open source ini dapat dijalankan di sebanyak mungkin platform sistem operasi (Linux, Windows, Mac OS, Free BSD, Solaris, dan lainnya).
Informasi lengkap mengenai CMS Formulasi, beserta link untuk mengunduh, donasi, dan lainnya dapat anda lihat di beberapa link berikut :
http://cms.formulasi.or.id
http://sourceforge.net/projects/cmsformulasi/
http://sourceforge.net/projects/cmsformulasi/files/core/
https://www.facebook.com/groups/formulasi
File yang digunakan pada tutorial ini adalah CMS Formulasi versi terbaru (1.6,.1). Pilihlah yang lebih baru dari versi ini jika telah tersedia di server.
III. Spesifikasi Minimum Komputer
Untuk dapat menjalankan CMS Formulasi dengan baik, perlu diperhatikan spesifikasi minimum komputer yang digunakan. Dalam hal ini, spesifikasi diharapkan minimal seperti yang disebutkan di penjelasan ini. Jika lebih tinggi dari yang disebutkan ini, maka akan lebih baik lagi.
Untuk komputer server lokal (intranet/LAN) :

  1. 1. Memiliki koneksi ke jaringan lokal (LAN), melalui switch dan kabel jaringan RG45.
  2. 2. Sistem operasi Linux, bebas menggunakan distribusi (distro) apapun, baik Fedora, Ubuntu, IGOS Nusantara, Blankon, Slackware, Gentoo, dan lainnya.
  3. 3. Terinstall aplikasi web server, database server, interface PHPMyAdmin. Boleh XAMPP maupun LAMP (jangan menginstall keduanya bersamaan).

Untuk komputer server internet :
Disarankan melihat fitur yang disajikan di web hosting (bandwith, kuota, domain, cpanel, layanan/support cloud system atau tidak). Komputer server hosting umumnya menggunakan Linux maupuan Free BSD sebagai sistem operasinya.
Untuk komputer pengguna (client) :
1. Sistem operasi dapat menggunakan Linux, Windows, Mac OS, BSD, Solaris, bahkan sistem operasi pada perangkat mobile (Android, Ubuntu Mobile, Tizen, IOS, Windows Mobile, dan lainnya).
2. Wajib terdapat aplikasi web browser (Firefox, Opera, Internet Explorer, Chrome, Safari, dan lainnya) atau yang berbasis teks seperti w3m dan sejenisnya.
3. Wajib terhubung ke jaringan (intranet/LAN jika server intranet, internet jika di server internet, atau silahkan modifikasi agar dapat keduanya dengan VPN atau lainnya).


IV. Instalasi Web Server XAMPP dan CMS Formulasi
Anda bebas menggunakan XAMPP ataupun LAMP, namun jangan menginstal keduanya bersamaa pada sistem operasi Linux anda. Jika anda memilih menggunakan XAMPP, ikuti petunjuk di sub bab ini. Jika ingin menggunakan LAMP, ikuti petunjuk di sub bab V di bawah. Kelebihan menggunakan XAMPP adalah praktis, dimana dalam sebuah paket sudah memuat Apache, MySQL, dan PHPMyAdmin. Hal ini memudahkan pengguna yang terkendala internet untuk menginstall secara online melalui repository. Hal lainnya adalah kemudahan menjalankan, cukup dengan sebuah perintah maka ketiga service akan langsung berjalan.
Pertama, unduh XAMPP di situsnya (http://www.apachefriends.org/en/xampp-linux.html). Pilihlah versi terbaru. Saat tulisan ini dibuat, versi yang terbaru adalah 1.8.1. Anda bebas menggunakan distro Linux apapun, karena cara instalasi XAMPP sama untuk semua distro Linux. Untuk kasus XAMPP ini, penulis menggunakan distro Linux IGOS Nusantara (basis Fedora/Red Hat). Kini loginlah sebagai root dengan mengetikkan sudo su atau su (sesuai distro anda). Tekan Enter, kemudian ketikkan password root anda. Lanjutkan dengan menekan Enter sekali lagi. Anda akan melihat perbedaan tanda dari $ menjadi #.
Asumsi file instaler XAMPP dengan nama sudah terunduh di lokasi /home/nama-pengguna-anda/Unduhan, misal pada contoh ini /home/certain-death/Unduhan/, maka langkah selanjutnya adalah menginstalnya dengan perintah sebagai berikut (masih sebagai root) :
# tar -xvfz nama-filexampp-dan-versi.tar.gz -C /opt (misalkan # tar -xvfz xampp-linux-1.8.1.tar.gz
-C /opt)
Perintah di atas akan mengekstrak xampp di /opt menjadi /opt/lampp/. Lokasi root web tempat anda meletakkan file – file web jika menggunakan XAMPP adalah di /opt/lampp/htdocs.
Aktfikan XAMPP dengan perintah # /opt/lampp/lampp start (perintah ini akan mengaktikan ketiga layanannya : Apache, MySQL, PHPMyAdmin).
Lalu ketikkan di web browser anda (online maupun offline) http://127.0.0.1 atau http://localhost
Catatan :
Jika ada masalah dengan PHPMyAdmin di XAMPP, bisa merujuk ke panduan ini (untuk semua distro Linux)
http://bytescode.wordpress.com/2013/02/09/igos-nusantara-8-1-dan-xampp-linux/
Buatlah terlebih dahulu database, misalkan bernama cmsformulasi, melalui PHPMyAdmin. Ketikkan di web browser anda http://127.0.0.1/phpmyadmin atau http://localhost/phpmyadmin
Masukkan username (root) dan password (jika ada, atau kosongkan jika tidak ada).
clip_image002Gambar 1 Masuk ke PHPMyAdmin
clip_image004Gambar 2 Membuat database cmsformulasi
clip_image006Gambar 3 Database berhasil diciptakan
Masih sebagai root, kini kopikan file CMS Formulasi yang telah anda unduh di link di atas (asumsi hasil unduhan berada di /home/nama-pengguna-anda (misal /home/certain-death/Unduhan) ke lokasi root web XAMPP. Gunakan perintah ini :
# cp /home/certain-death/Unduhan/ CMS_formulasi_v_1_6_1.zip /opt/lampp/htdocs
Kemudian pindahlah ke lokasi root web XAMPP anda di /opt/lampp/htdocs dengan perintah cd
# cd /opt/lampp/htdocs
Kemudian ekstraklah dengan perintah unzip
# unzip /opt/lampp/htdocs/CMS_formulasi_v_1_6_1.zip
Biarkan proses ekstrasi berjalan hingga selesai. Kemudian akan tercipta folder CMS_formulasi_v_1_6_1 beserta sub folder formulasi di dalamnya. Pindahkan sub folder formulasi tersebut dan hapuslah folder CMS formulasi hasil ekstrakan tadi. Gunakan perintah mv dan rm -fr
# mv /opt/lampp/htdocs/CMS_formulasi_v_1_6_1/formulasi /opt/lampp/htdocs/
# rm -fr /opt/lampp/htdocs/ CMS_formulasi_v_1_6_1
Kini akses melalui web browser anda http://127.0.0.1/formulasi atau http://localhost/formulasi
Inputkan konfigurasi sistem dengan benar sebagai berikut :
1. Host database gunakan localhost.
2. Username database gunakan root, untuk password kosongkan jika tidak ada.
3. Nama database diinputkan sesuai nama database yang telah dibuat via PHPMyAdmin di langkah awal.
4. Untuk prefix bebas, misalkan for.
5. Terakhir, centangi ketentuan yang berlaku, lalu klik tombol Install. Biarkan proses berjalan dan sistem menuliskan ke file koneksi.php (/opt/lampp/htdocs/formulasi/konfigurasi/koneksi.php)
clip_image008Gambar 4 Langkah pertama instalasi
clip_image010Gambar 5 Langkah instalasi selanjutnya
Catatan :
Jika proses ini gagal, kemungkinan sistem tidak memperbolehkan penulisan/pengubahan file dan folder di /opt/lampp/htdocs. Solusi, gunakan permission 777 (# chmod 777 -R /opt/lampp/htdocs/formulasi). Setelah proses instalasi nanti berakhir, jangan lupa kembalikan permission ke 755 atau 644 (dengan perintah chmod). Abaikan jika hal ini tidak diperlukan.
Langkah selanjutnya adalah mengisikan biodata pengguna untuk login ke dalam sistem.
clip_image012Gambar 6 Mengisikan biodata pengguna untuk login ke sistem
Langkah selanjutnya adalah mengisikan nama sekolah bersangkutan (misalkan SMAN 1 Gianyar). Untuk URL ketikkan 127.0.0.1/formulasi (sesuaikan nama formulasi dengan nama folder lainnya jika anda menggunakan penamaan selain di contoh ini).
clip_image014Gambar 7 Mengisikan nama sekolah dan URL
Sampai di sini proses instalasi selesai. Anda akan dirujuk menuju ke halaman login admin setelah mengklik tombol Login. Anda juga bisa mengakses halaman depan untuk umum.
clip_image016Gambar 8 Tahap terakhir instalasi
clip_image018Gambar 9 Login ke dalam sistem sebagai admin
clip_image020Gambar 10 Menu admin
clip_image022Gambar 11 Halaman depan untuk umum
Untuk panduan selanjutnya merujuk ke Bab VI.
V. Instalasi Web Server LAMP dan CMS Formulasi
LAMP atau Linux Apache MySQL PHPMyAdmin adalah seperangkat aplikasi server dan database di Linux yang bersifat open source. Jika anda ingin menginstall LAMPP, anda harus menginstall satu per satu (serta mengkonfigurasi satu per satu juga). Untuk LAMP biasanya disertakan di repository setiap distro Linux. Pada kasus instalasi LAMP ini penulis menggunakan distro Linux Ubuntu 11.04.
Seperti biasa, ubahlah dulu status dari pengguna biasa menjadi root dengan mengetik sudo su (atau su untuk distro basis Red Hat), kemudian tekan enter dan masukin password root anda (kemudian tekan Enter sekali lagi) :
putu-shinoda@my-machine:~$ sudo su
[sudo] password for putu-shinoda:
root@my-machine:/home/putu-shinoda#
Jika benar maka akan terjadi perubahan tanda dari $ menjadi #. Kemudian installah LAMP melalui perintah di terminal Linux anda. Pastikan anda terhubung ke internet, karena proses instalasi melalui repository ini akan menghubungkan komputer anda ke server repository internet milik distro Linux yang anda gunakan. Jika ingin offline, gunakan DVD repository.
Untuk studi kasus Linux Ubuntu maupun Linux Debian dan turunan kedua distro ini, gunakan perintah berikut (bebas milih cara 1 atau cara 2) :
a) Cara 1 :
# apt-get install tasksel (setelah proses instalasi selesai, ketik tasksel di terminal, kemudian pilih/centang LAMP server).
# apt-get install phpmyadmin.
b) Cara 2 :
# apt-get install apache2 mysql-server mysql-client phpmyadmin
(perhatikan proses instalasi, anda akan diminta memasukkan password untuk database, phpmyadmin).
Untuk versi GUInya bisa menggunakan Synaptic atau Software Center. Jika belum ada, install dengan perintah # apt-get install synaptic
Untuk pengguna Red Hat based, termasuk juga Linux Fedora, IGOS Nusantara, CentOS, dan sejenisnya, gunakan perintah ini (tetap sebagai root dengan tanda #) :
# yum install httpd php php-common phpmyadmin mysql mysql-server phpmyadmin
(perhatikan proses instalasi, anda akan diminta memasukkan password untuk database, phpmyadmin).
Untuk versi GUInya dapat menggunakan Yumex. Jika belum ada, instal dengan perintah # yum install yumex
Untuk pengguna linux SUSE/Open SUSE/turunannya, bisa menggunakan perintah zypper, untuk pengguna Gentoo dan turunannya dapat menggunakan emerge, dan pengguna Slackware dan turunannya dapat mengcompile langsung dari sumber yang disertakan. Link berikut mungkin dapat membantu (sisanya gunakan keyword yang tepat di search engine, misal Google) :
http://blogkautsar.blogspot.com/2011/11/install-apache2-mysql-php5-and.html
http://library.linode.com/lamp-guides/gentoo
http://slackware.ponce.cc/blog/2011/02/12/slackware-lamp-server-with-phpmyadmin-in-a-few-easy-steps/
versi GUI juga bisa digunakan jika anda terkendala dengan perintah terminal linux. Misal di SUSE/Open SUSE dengan menggunakan YAST.
Jika sudah selesai diinstal dan dikonfigurasi (biasanya langsung aktif), ketikkan di web browser anda (online maupun offline) http://127.0.0.1 atau http://localhost
Masih sebagai root, kini kopikan file CMS Formulasi yang telah anda unduh di link di atas (asumsi hasil unduhan berada di /home/nama-pengguna-anda, misal dalam hal ini /home/certain-death/Unduhan) ke lokasi root web LAMP. Gunakan perintah ini :
# cp /home/putu-shinoda/Unduhan/CMS_formulasi_v_1_6_1.zip /var/www/
Kemudian pindah ke lokasi root web LAMP di /var/www/ (beberapa distro ada di /var/www/html atau /srv/www/htdocs). Pada kasus Ubuntu ini di /var/www
# cd /var/www
Lalu ekstrak file CMS Formulasi yang telah dikopikan tadi dengan perintah ini (untuk file .zip)
# unzip nama-filecms-formulasi.zip (misal # unzip CMS_formulasi_v_1_6_1.zip)
Biarkan proses ekstraksi berjalan hingga selesai. Jika benar maka akan tampil folder (sub direktori) baru bernama kurang lebih CMS_Formulasi_versi (gunakan perintah ls -la untuk melihatnya, misal # ls -la /var/www/). Pindah ke lokasi folder hasil ekstraksi tersebut, maka anda akan melihat sub folder bernama formulasi. Gunakan perintah
# cd CMS_formulasi_versi (misal # cd CMS_formulasi_v_1_6_1 )
# ls -la
Kini pindahkan ke /var/www/ sub folder formulasi tersebut dan ubah namanya sesuai selera anda, misal dalam hal ini penulis ubah menjadi cmsformulasi (nama ini akan diketik di web browser saat diakses nanti). Gunakan perintah mv.
# mv formulasi/ /var/www
(cara di atas dapat disingkat dengan mengetikkan satu perintah saja, yaitu # mv /var/www/CMS_formulasi_v_1_6_1/formulasi /var/www)
Sekali lagi, ketik ls -la untuk melihat hasilnya. Lalu hapus folder CMS_formulasi_versi dengan perintah rm -fr (misal # rm -fr CMS_formulasi_v_1_6_1)
Lanjutkan dengan membuka PHPMyAdmin via web browser untuk membuat database untuk CMS Formulasi. Database berguna untuk menyimpan semua data ke dalam tabel – tabel yang bersesuaian. Buka dengan mengetikkan http://127.0.0.1/phpmyadmin atau http://localhost/phpmyadmin, lalu inputkan username root, masukkan password jika diperlukan. Beri nama database untuk CMS Formulasi terserah anda. Misalkan pada contoh ini bernama cmsformulasi.
clip_image024Gambar 12 Menciptakan database
clip_image026Gambar 13 Database telah berhasil dibuat
Kini saatnya menginstal CMS Formulasi. Buka web browser, ketikkan http://127.0.0.1/cmsformulasi/ atau http://localhost/formulasi/. Anda akan menjumpai halaman instalasi setingan awal. Isilah dengan benar.
clip_image028Gambar 14 Memulai instalasi CMS Formulasi
Beberapa hal yang harus diperhatikan pada pengisian langkah pertama ini :
1. Untuk komputer pribadi/server lokal (bukan server hosting), gunakan localhost untruk nama host database.
2. Gunakan root sebagai username database anda.
3. Untuk password database silahkan diisi sesuai setingan (dalam contoh ini memakai password root, biarkan kosong jika tidak dipassword, namun rentan terhadap keamanan).
4. Untuk nama database berikanlah nama database yang telah dibuatkan via PHPMyAdmin di langkah pertama (pada contoh ini cmsformulasi).
5. Isikan prefix bebas terserah anda (misalkan pada contoh ini for).
6. Terakhir, centangi ketentuan yang berlaku, kemudian klik Install.
Jika sudah selesai, tekan tombol Install. Sistem akan menuliskan ke dalam file konfigurasi di /var/www/formulasi/konfigurasi/koneksi.php. Untuk beberapa kasus anda boleh memberikan terlebih dahulu hak akses 777 khusus untuk file ini maupun keseluruhan file dan folder. Gunakan salah satu perintah ini :
# chmod 777 -R formulasi/
# chmod 777 -R formulasi/
konfigurasi/koneksi.php
(jangan lupa setelah proses instalasi selesai nanti, kembalikan ke 755 atau 644 untuk keamanan, abaikan jika dirasa tidak perlu).
clip_image030Gambar 15 Konfigurasi disimpan dan melangkah ke proses selanjutnya
Bagaimana jika menemukan masalah error 500 (Internal Server Error)?
clip_image032Gambar 16 Error 500 Internal Server Error
Tolong jangan panik 🙂
Ubahlah file .htaccess yang ada di /var/www/formulasi menjadi misalkan .htaccess.txt
Gunakan perintah mv dalam hal ini (# mv .htaccess .htaccess.txt
).
clip_image034Gambar 17 Mengubah file .htaccess
Kemudian refresh web browser anda (misalkan menekan F5). Maka kondisi akan normal kembali, yaitu merujuk ke langkah selanjutnya. Isikan biodata untuk akun pengguna anda. Jika sudah klik tombol Lanjutkan.
clip_image036Gambar 18 Mengisikan biodata akun login
Langkah selanjutnya adalah mengisikan nama sekolah (misal pada contoh SMAN 1 Gianyar, almamater penulis). Untuk URL website, ketikkan alamat lokal (misal pada contoh ini 127.0.0.1/formulasi). Jika sudah, klik tombol Lanjutkan.
clip_image038Gambar 19 Mengisikan nama sekolah
Proses selesai sampai di sini. Klik tombol Login. Otomatis sistem akan menghapus sub folder Instalasi. Jika belum, silahkan hapus manual dengan perintah # rm -fr /var/www/formulasi/instalasi
clip_image040 Gambar 20 Proses instalasi selesai
Setelah tombol Login ditekan, maka anda akan dibawa menuju ke menu Login admin. Ketikkan username dan password yang telah anda daftarkan saat proses instalasi tadi.
clip_image042Gambar 21 Login ke sistem
clip_image044Gambar 22 Tampilan menu di admin sistem
clip_image046Gambar 23 Tampilan menu pengguna (umum)
VI. Cara Menggunakan CMS Formulasi Dalam Jaringan Lokal
Untuk menggunakan layanan sistem informasi sekolah CMS Formulasi ini tidaklah sulit, asalkan anda menguasai bahasa Indonesia yang baik dan benar serta menggunakan kreaktifitas anda sesuai dengan keperluan. Gunakan semua fitur di menu admin 9setelah login sebagai admin) sesuai keperluan. Misal menambah berita, ganti tema, polling, menambahkan materi pelajaran, menambahkan pengguna, dan lainnya.
Bagaimana agar layanan CMS Formulasi di komputer yang telah diinstalkan bisa digunakan bersama – sama dalam 1 jaringan sekolah? Manfaat yang diperoleh antara lain sebagai berikut :
1. Akses lebih cepat. Tentu saja, karena hanya diakses dalam jaringan lokal saja (intranet/LAN/Local Area Network).
2. Lebih hemat biaya. Sekolah hanya perlu menyediakan prasarana intranet saja berupa switch, kabel LAN, wifi (optional).
3. Relatif lebih aman, Karena mengkhusus digunakan untuk internal siswa/i dan guru di sekolah bersangkutan, sehingga opsi ini lebih tepat.
Hal pertama yang perlu disediakan tentu saja sebuah komputer dengan spesifikasi minimum yang telah dijabarkan di atas (bab III). Hal yang kedua adalah fasilitas intranet (LAN) sekolah, wired maupun wireless. Hal ketiga yang tidak kalah pentingnya adalah adanya petugas (bisa guru maupun orang lain yang digaji) untuk mengelola sistem.
Cara yang dilakukan cukup sederhana. Komputer yang telah diinstallkan sistem operasi Linux, aplikasi web dan database server (XAMPP/LAMP), serta CMS Formulasi di dalamnya, dihubungkan ke jaringan lokal sekolah melalui switch. Hal ini akan memudahkan pengguna lainnya dalam 1 jaringan untuk mengakses sistem melalui web browser memanfaatkan koneksi intranet, baik kabel (wired) maupun wireless.
Sampai di sini panduan singkat ini berakhir. Semoga bermanfaat. Salam Linux dan Open Source. 🙂
Tentang Penulis :
Kelahiran Gianyar Bali 3 November 1985. TK hingga SMA diselesaikan di kota Gianyar. Pendidikan S1 Informatika di Institut Teknologi Telkom di Bandung (2004 – 2009), pendidikan S2 Informatika (peminatan Teknologi Informasi) diselesaikan di Institut Teknologi Bandung di Bandung (2011 – 2013). Mengajar di kampus Informasi swasta di kota Denpasar, admin dan sysadmin beberapa web dan server, pencinta Linux dan open source (selalu menggunakan, senang mengajak orang lain untuk menggunakan juga, menjadi pembicara di beberapa seminar Linux dan open source, suka menulis dokumentasi/tutorial tentang Linux, serta menjual DVD, pakaian, dan pernak – pernik linux secara online), dan riset sekaligus belajar di Lab INS (Information Network System) ITB. Saat ini sedang mencoba menyusun topik penelitian desertasi untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan S3 Informatika.
Open mind, open knowledge, with linux and open source. Keep sharing, keep learning…

Gambar 24 Pose berdua di pelataran pura kawasan kota Bandung Jawa Barat
Silahkan file panduan bisa didownload disini
I Putu Agus Eka Pratama, ST, MT Kelahiran Gianyar 3 November 1985. Menyelesaikan S1 Informatika di Institut Teknologi Telkom Bandung (dulu – Sekolah Tinggi Teknologi Telkom) pada tahun 2009 dan kembali ke Denpasar menjadi dosen Informatika di STIKOM Indonesia (STIKI) untuk mata kuliah Sistem Operasi, Komputer dan Masyarakat, dan Organisasi Komputer. Menggunakan single OS GNU/Linux Ubuntu di notebook Toshiba (saat ini, sejak dulu selalu ganti distro, tidak mau menggunakan closed source proprietary, baik aplikasi maupun sistem operasi) dan selalu menggunakan sistem operasi Linux distro apapun dan aplikasi open source untuk semua kegiatan berkomputer (kerja, mengajar, kuliah, santai) dan selalu bersemangat mengajak siapapun untuk beralih ke open source (termasuk para mahasiswa/i yang diajar), karena menyadari gerakan Free Software yang dipelopori oleh Richard M Stallman benar – benar memberikan kemerdekaan dan menjadikan dunia lebih baik. Saat ini sedang menjalani pendidikan S2 Informatika peminatan Teknologi Informasi di Sekolah Tinggi Elektro dan Informatika (STEI) Institut Teknologi Bandung. Semua tulisan dari penulis bisa dilihat juga di blog http://bytescode.wordpress.com. Di dunia maya, salah satu nick penulis adalah Putu Shinoda (nama Shinoda diambil dari nama salah seorang personil Linkin Park, Mike Shinoda, band favorit penulis sejak SMA). Open mind, open knowledge, with open source.

Cara Menginstall CMS WordPress Di XAMPP

WordPress adalah salah satu cms open source atau gratis yang populer sebagai mesin blog. WordPress dibangun menggunakan pemrograman Php dan basisdata Mysql. WordPress juga mulai digunakan sebagai sebuah CMS (Content Management System) karena kemampuannya untuk dimodifikasi dan disesuaikan dengan kebutuhan penggunanya.
Keunggulan sebuah CMS dengan basisdata kita bisa membuatnya atau belajar menggunakan WordPress ini pada localhost komputer kita. Localhost adalah Sebuah aplikasi yang memberikan fasilitas kepada penggunanya untuk dapat mengakses Local Hosting. Atau loopback address local komputer. Tentu ini tidak berlaku di semua komputer karena ini ada jika melakukan instalasi software semacam XAMP, WAMP,dll.
Dan tentu saja kita bisa belajar menggunakan WordPress secara offline tak perlu terkoneksi internet dan mempunyai Hosting.
Sebelum kita memulainya pastikan anda sudah mendownload CMS WordPressnya dan Software XAMPP nya, Jika belum silahkan download terlebih dahulu pada link dibawah ini:


1. Install XAMPP di komputer anda.

2. Sekarang buka aplikasi XAMPP nya di desktop dengan nama XAMPP Control Panel
3. Pastikan Apache dan Mysql dalam keadaan Running, jika belum klik

4. Sekarang buka browser pada komputer anda dan ketikkan URL seperti inihttp://localhost/xampp/, dan pilih menu phpMyAdmin.

5. Pilih Basisdata (Database jika english version), dan isi form ciptakan database baru dengan nama wordpress dan pilih Ciptakan.

 

 

6. Sekarang Extract File WordPress yang telah didownload tadi dan Copy atau pindahkan ke folder XAMPP/htdocs.

7. Buka browser dan ketikkan URL http://localhost/wordpress/ dan Pilih Create a Configuration File.

8. Pilih lets go!.

9. Isi form dengan ketentuan seperti ini:
Database Name: wordpress
User Name: root
Password: (kosongkan saja)
Database Host: localhost
Table Prefix: wp_
atau bisa lihat gambar dibawah ini:

10. Pilih Run the install, Isi form informasi yang dibutuhkan, contoh seperti gambar dibawah ini:

11. Install wordpress, dan coba pilih Login

12. Sekarang anda login dengan Username dan password yang tadi diidikan padalangkah no 10

13. Selesai, jika ingin login wordpress di localhost komputer anda tinggal masuk dengan URL http://localhost/wordpress/wp-login.php pada browser.